TRIMATRANews | PASAMAN, — Pemerataan akses internet terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam upaya mengurangi kesenjangan digital antara wilayah yang telah terjangkau jaringan dan kawasan yang masih mengalami keterbatasan konektivitas. Melalui program unggulan Bupati Pasaman, pemerintah daerah secara bertahap memperluas layanan internet hingga ke sejumlah kejorongan yang sebelumnya masuk kategori blankspot atau belum memiliki akses jaringan memadai.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman, Ahdi Susanto, mengatakan masih terdapat sejumlah kejorongan yang belum terhubung dengan layanan internet. Meski demikian, berbagai langkah terus dilakukan untuk mempercepat pemerataan jaringan agar masyarakat di wilayah tersebut dapat menikmati akses informasi dan komunikasi secara lebih baik. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (5/8/2026).
Menurut Ahdi, penanganan wilayah blankspot merupakan bagian dari target pembangunan konektivitas yang direncanakan selama lima tahun masa kepemimpinan Bupati Pasaman. Program tersebut diarahkan untuk membuka akses komunikasi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan, sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi dalam berbagai aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi.
Hingga memasuki tahun pertama pelaksanaan program, sebanyak 59,52 persen kejorongan yang sebelumnya tidak memiliki akses internet dilaporkan telah berhasil terkoneksi. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya bertahap pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan. Namun, pekerjaan masih berlanjut karena sejumlah titik lainnya membutuhkan penanganan sesuai kondisi geografis dan ketersediaan infrastruktur telekomunikasi.
Ahdi menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan program masih tersedia untuk mengejar target yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah berharap sisa wilayah yang belum terjangkau dapat ditangani secara bertahap melalui pemetaan kebutuhan, pemanfaatan perangkat yang tersedia, serta koordinasi dengan pihak terkait. Dengan perencanaan yang tepat, perluasan jaringan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di kawasan yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman menjalankan sejumlah langkah, termasuk pengembangan jaringan intra pemerintah daerah secara berkala. Di samping itu, pendataan dan pemetaan lokasi blankspot terus dilakukan agar pemerintah memiliki gambaran mengenai wilayah yang belum memperoleh layanan internet. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing lokasi.
Pendataan secara rutin dinilai penting karena setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Kondisi geografis, ketersediaan infrastruktur, dan jangkauan operator telekomunikasi menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan solusi. Melalui pemetaan yang lebih terarah, pemerintah daerah dapat menyesuaikan jenis dukungan yang dibutuhkan sehingga upaya pemerataan jaringan tidak hanya berfokus pada pemasangan perangkat, tetapi juga pada pemanfaatannya oleh masyarakat.
Ahdi menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memperluas akses telekomunikasi dan informasi ke wilayah yang belum terlayani. Karena itu, Pemkab Pasaman berupaya memanfaatkan berbagai peluang dukungan yang tersedia untuk mempercepat penanganan blankspot. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengajukan tambahan perangkat akses internet melalui aplikasi PASTI atau Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi.
Pengajuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konektivitas di wilayah yang masih belum terjangkau jaringan. Dukungan perangkat tambahan menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur, terutama pada lokasi yang membutuhkan solusi alternatif. Pemerintah daerah terus mengupayakan agar fasilitas telekomunikasi dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran sesuai hasil pendataan dan prioritas kebutuhan masyarakat.
Selain mengajukan perangkat baru, Dinas Kominfo Pasaman juga mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas internet yang telah tersedia. Perangkat yang sebelumnya dipasang di wilayah yang kini sudah memperoleh layanan dari operator lain akan dievaluasi untuk kemungkinan dipindahkan ke lokasi blankspot baru. Langkah ini dilakukan agar sarana yang tidak lagi menjadi kebutuhan utama di suatu titik dapat digunakan untuk membantu wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan akses.
Menurut Ahdi, perangkat milik BAKTI maupun Starlink menjadi bagian dari fasilitas yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung relokasi berdasarkan hasil pendataan terbaru. Pemindahan perangkat tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sarana yang tersedia sekaligus mempercepat perluasan jangkauan internet. Dengan demikian, upaya penanganan blankspot tidak hanya mengandalkan penambahan fasilitas, tetapi juga mempertimbangkan optimalisasi perangkat yang sudah ada.
Relokasi perangkat tetap membutuhkan penilaian terhadap kondisi wilayah tujuan, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan fasilitas pendukung. Karena itu, pendataan menjadi unsur penting sebelum langkah pemindahan dilakukan. Pemerintah daerah berharap pendekatan tersebut dapat membantu mempercepat penyediaan akses internet tanpa mengabaikan kesesuaian teknologi dan kebutuhan di masing-masing kejorongan.
Ahdi menyatakan optimistis bahwa seluruh titik blankspot di Kabupaten Pasaman dapat memperoleh layanan internet dalam kurun waktu lima tahun sesuai target program. Meski masih terdapat sejumlah tantangan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemetaan, mengupayakan dukungan perangkat, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk memperluas jangkauan konektivitas. Keberhasilan program nantinya diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat dalam mengakses informasi, pendidikan, layanan publik, dan kegiatan ekonomi berbasis digital.
#Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar