Post Page Advertisement [Top]

TRIMATRANews | PASAMAN, 11 Juni 2026 — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat langkah menuju tata kelola pemerintahan modern dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah daerah menghadirkan ADAMINDA (Akses Data Kompromin Daerah), sebuah aplikasi berbasis Android yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan informasi pembangunan sekaligus mempercepat akses terhadap data yang dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan daerah.


Kehadiran ADAMINDA menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan pengelolaan data pemerintahan yang selama ini membutuhkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), aplikasi tersebut dikembangkan untuk mendukung proses penghimpunan, pengolahan, dan penyajian data secara lebih sistematis, efisien, serta memungkinkan pembaruan informasi secara real-time sesuai kemampuan sistem yang diterapkan.


Inovasi ini sekaligus memperlihatkan arah pengembangan layanan digital di lingkungan Pemkab Pasaman yang tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengambilan keputusan. Data yang sebelumnya tersebar di berbagai perangkat daerah diharapkan dapat dikelola melalui sistem yang lebih terhubung sehingga informasi pembangunan lebih mudah dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pemerintah.


Peluncuran ADAMINDA juga sejalan dengan arahan Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang mendorong setiap OPD menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat dan tuntutan perkembangan zaman. Menurut arah kebijakan tersebut, transformasi digital perlu menjadi bagian dari pembenahan birokrasi agar pelayanan publik semakin efektif, koordinasi antarlembaga lebih kuat, dan penyelenggaraan pemerintahan mampu merespons persoalan daerah berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


Kepala Diskominfo Pasaman, Fatrizon, menjelaskan bahwa pengembangan ADAMINDA merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program Satu Data Indonesia di tingkat kabupaten. Inovasi ini juga diarahkan untuk memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), terutama dalam penyediaan data sektoral yang dapat digunakan bersama oleh perangkat daerah sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing.


Fatrizon menegaskan, sebagai wali data daerah, Diskominfo memiliki peran penting dalam mendorong tersedianya informasi yang akurat, mutakhir, terpadu, dan berkesinambungan. Data tersebut menjadi salah satu unsur utama dalam menentukan arah pembangunan, karena kebijakan yang disusun dengan dukungan informasi yang valid akan lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi nyata di lapangan.


“ADAMINDA hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut, terutama dalam menyediakan data yang lebih terstruktur dan mudah diakses,” ujar Fatrizon. Ia berharap pemanfaatan aplikasi ini dapat membantu mengurangi hambatan dalam pengumpulan informasi sekaligus meningkatkan kualitas koordinasi antar-OPD, sehingga proses penyediaan data tidak lagi terlalu bergantung pada mekanisme manual yang membutuhkan waktu lebih panjang.


Menurut Fatrizon, selama ini pengelolaan data sektoral masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari belum optimalnya integrasi informasi antarperangkat daerah hingga proses penghimpunan data yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan penyediaan informasi ketika pemerintah membutuhkan gambaran terkini untuk menyusun program, mengevaluasi kegiatan, atau menentukan prioritas pembangunan.


Melalui ADAMINDA, data dari berbagai sektor diharapkan dapat dihimpun dalam satu platform yang saling terhubung dan bisa diakses melalui perangkat Android. Mekanisme tersebut membuka peluang bagi proses pembaruan informasi yang lebih cepat serta memudahkan pengguna memperoleh data yang diperlukan tanpa harus melalui tahapan koordinasi yang berulang. Meski demikian, kualitas informasi tetap bergantung pada kedisiplinan perangkat daerah dalam memasukkan, memeriksa, dan memperbarui data secara berkala.


“Data yang terintegrasi dan akurat menjadi fondasi penting pembangunan. Dengan ADAMINDA, kebijakan dapat diambil berdasarkan data yang valid,” tambahnya. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang konsisten agar informasi yang tersimpan benar-benar dapat dijadikan dasar dalam menentukan kebijakan dan mengukur hasil pembangunan.


Kepala Bidang Persandian dan Statistik Sektoral Diskominfo Pasaman, Asnil, menambahkan bahwa ADAMINDA dirancang bukan semata-mata sebagai sarana pengumpulan data, melainkan sebagai pusat integrasi informasi pembangunan daerah. Platform tersebut diharapkan mampu menghubungkan data dari berbagai OPD, menyimpannya dalam sistem terpusat, serta menyajikan statistik sektoral yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan perencanaan dan evaluasi program pemerintah kabupaten.


Asnil juga menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan indikator Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Dengan pengelolaan informasi yang semakin tertata, Pemkab Pasaman diharapkan dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan statistik sektoral, meningkatkan konsistensi data, dan mendorong penggunaan bukti yang terukur dalam penyusunan kebijakan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang transparan, efektif, dan berkelanjutan.


Dari sisi teknis, tim pengembang ADAMINDA, Gani Agustiawan dan Rommy Laharisa, menyampaikan bahwa aplikasi tersebut dibangun melalui sejumlah tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, hingga pengujian. Mereka menjelaskan bahwa pemanfaatan Application Programming Interface (API) memungkinkan sistem menghubungkan informasi dari berbagai perangkat daerah ke dalam satu platform, sehingga pertukaran data dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan efisien.


Pengembangan ADAMINDA diharapkan menjadi pijakan bagi Kabupaten Pasaman untuk memperkuat ekosistem pemerintahan digital yang bertumpu pada data berkualitas. Gani dan Rommy berharap aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat daerah untuk mendukung perencanaan, pemantauan, serta evaluasi pembangunan. Keberhasilan inovasi ini pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi pembaruan data, kesiapan sumber daya manusia, keamanan informasi, dan komitmen bersama dalam menjadikan teknologi sebagai sarana peningkatan pelayanan kepada masyarakat.


#Andalusia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835